INFO TERKINI

10/recent/ticker-posts

Demi Peningkatan Kualitas, Kepala SMA Unggul Titian Teras Diganti

Gubernur Jambi, H Al Haris (kanan) membacakan Surat Keputusan (SK) pelantikan Kepala Sekolah SMA Unggul Titian Teras di aula Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (4/4/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Kualitas pengelolaan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul “Titian Teras” Provinsi Jambi cenderung mengalami penurunan belakangan ini. Hal tersebut terungkap dari beberapa kali inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jambi, H Al Haris ke sekolah tersebut. 

Disiplin dan budi pekerti para siswa SMA Unggul “Drs H Abdurrahman Sayoeti” Titian Teras  tersebut juga cenderung menurun. Pelayanan kesehatan terhadap para siswa yang tinggal di asarama juga terkesan kurang mendapat perhatian. Hal tersebut tercermin dari peristiwa dua kali ratusan siswa SMA Unggul Titian Teras terpapar Covid-19 dan omicron.

Guna membenahi penataan pengelolaan pendidikan dan kesehatan di SMA Unggul Titian Teras, Gubernur Jambi akhirnya mengganti kepala sekolah tersebut. Karnama, SPd ditunjuk menjadi Kepala SMA Unggul Titian Teras yang baru menggantikan pejabat lama Pahrin Wirnadian, SPd, MSi.

Pelantikan Karnama, SPd menjadi Kepala SMA Unggul Titian Teras dilakukan Gubernur Jambi, H Al Haris di aula Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (4/4/2022). Pada kesempatan juga dilantik DrsTholip, MDS menjadi Kepala Sekolah Sekolah Menengak Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Jambi.

Kemudian pada kesempatan yang sama, Al Haris juga mengukuhkan 16 orang Pejabat Fungsional Guru Ahli Pertama, dua orang perpindahan jabatan ke Jabatan Fungsional Perencana Ahli Muda, satu orang perpindahan jabatan ke Jabatan Fungsional Bidan Penyelia dan satu orang perpindahan jabatan ke Jabatan Fungsional Administrator Kesehatan Ahli Muda.

Al Haris meminta dua kepala sekolah yang baru dilantik, khususnya Kepala SMA Unggul Titian Teras Jambi benar-benar berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang mereka pimpin.

“Kepada kedua Kepala Sekolah yang hari ini dilantik, saya titipkan dua sekolah unggulan di Jambi, yaitu SMA Titian Teras dan SMK Negeri 3 Kota Jambi. Kedua sekolah ini penting. Saya berharap kepala skolah dapat mengawasi setiap apapun persoalan yang ada di sekolah,”ujarnya.

Al Haris mengingatkan Kepala Sekolah Titian Teras yang baru dilantik benar -  benar menerapkan kembali kedisiplinan. Kepala sekolah yang baru perlu melihat kembali konsep yang ada dan tegak lurus. Disiplin menjadi salah satu kunci karena sekolah ini melatih siswa untuk disiplin. 

SMA Unggul Titian Teras juga mengajarkan tentang ilmu pengetahuan dan menempa akhlak para siswanya serta ilmu pengetahuan yang lainnya guna lebih menguatkan jati diri para siswa.

“Saya mengharapkan semua kepala sekolah focus menjalankan tugasnya. Kepala sekolah harus benar - benar tegak lurus dan tidak ada memiliki kepentingan apa pun dalam menjabat. Dengan demikian sekolah akan berjalan dengan baik dalam mendidik siswa sesuai dengan kedinasan,”lanjutnya.

Dikatakan, kepala sekolah perlu terus berupaya meningkatkan kompetensi dan meningkatkan kualitas. Jangan bosan-bosan untuk terus belajar menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Hal ini penting berkaitan dengan pemanfaatan teknologi seiring dengan Revolusi Industri 4.0 yang juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas, efektifitas dan efisiensi kerja. 

Berdasarkan catatan medialintassumatera.com (Matra), SMA Unggul Titian Teras yang berada berlokasi di Desa Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi didirikan 14 Juli 1994 oleh Gubernur Jambi, Drs H Abdurrahman Sayoeti. Pendirian sekolah itu awalnya dimaksudkan mencetak sumber daya berkualitas, khususnya lulusan SMA agar bisa menembus perguruan tinggi favorit di Indonesia. 

Sekolah unggul tersebut akhirnya cukup mempo menghasilkan lulusan yang berhasil menembus berbagai perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia serta pendidikan terbaik TNI Angkatan Darat, Akademi Militer dan Polri, Akademi Kepolisian (Akpol). 

Namun belakangan ini, keberadaan SMA TT banyak disorot menyusul penurunan kualitas dan adanya kecenderungan kemerosotan budi pekerti para siswa. Hal tersebut tercermin dari terjadinya perkelahian siswa di sekolah tersebut November tahun lalu. 

Berbagai isu miring tentang dugaan nepotisme penerimaan siswa baru di sekolah tersebut pun sering muncul den menyebar ke tengah masyarakat. Puluhan siswa di SMA TT pun terpapar Covid-19 tahun lalu akibat kurangnya penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. (Matra/AdeSM).

BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar