Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Hj Susanti Dewayani, SpA (kiri) ketika melakukan sinspeksi mendadak ke salah satu Gudang beras di Kota Pematangsiantar, Sumut, Jumat (1/4/2022). (Foto : Matra/FebP).
(Matra, Pematangsiantar) – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pematangsiantar, dr Hj Susanti Dewayani, SpA didampingi Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Pematangsiantar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Sutan Binanga SIK, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Horas Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (1/4/2022).
Sidak tersebut turut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Pematangsiantar, Budi Utari Siregar dan bebefrapa pejabat Pemkot Pematangsiantar, yakni Asisten Bidang Perekonomian dan Pemerintahan, Zainal Siahaan, Plt Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan, Herbert Aruan, Kepala Bagian Perekonomian, Hendra Debataraja.
Sidak tersebut dimaksudkan memantau ketersediaan dan harga berbagai kebutuhan pokok menjelang Ramadan (Puasa) 1443 Hijriyah. Berdasarkan hasil sidak tersebut, persediaan berbagai kebutuhan pokok mencukupi di Kota Pematangsiantar. Selain itu harga berbagai kebutuhan pokok di kota tersebut juga relative stabil, tidak terjadi lonjakan harga kendati harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax naik.
Ketika Susanti Dewayani meninjau beberapa toko kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Horas, di Jalan Sutoyo, Kota Pematangsiantar Jumat pagi, pembeli beras tidak banyak. Tidak ada warga yang membeli beras berbondong-bondong. Kemudian ketika Susanti Dewayani melakukan sidak ke gudang beras dan minyak goreng, persediaan mencukupi dan lonjakan harga tidak ada.
Yuni (45), penjual beras di Pasar Horas Kota Pematangsiantar mengatakan, harga beras di Pasar Horas {Pematangsiantar menyambut bulan suci Ramadan ini masih relative stabil, tidak ada kenaikan harga. Harga beras kualitas medium di pasar tersebut Rp 10.000/Kg. Sedangkan harga beras kualitas bagus atau premium Rp 12.000/Kg ke atas.
“Harga beras premium di Kota Pematangsiantar tidak sama, tergantung produk kilang beras. Pihak produsen beras membatasi pembelian beras. Pasokan beras yang dilakukan produsen kepada para pedagang disesuaikan dengan permintaan pelanggan,”katanya.
Dijelaskan, pengiriman beras dari produsen (kilang beras) kepada pedagang rata-rata 10 ton setiap minggu. Jadi persediaan beras di pasaran di Kota Pematangsiantar mencukupi.
Yuni mengatakan, para pembeli atau konsumen di Kota Pematangsiantar hingga H – 2 menjelang Ramadan belum ada yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras maupun kenaikan harga beras. Biasanya kalua harga beras naik konsumen langsung mengeluh.
Yuni mengaku, kenaikan harga beras selama ini tidak dilakukan pedagang secara sepihak. Para pedagang menaikan harga beras jika produsen dan agen menaikkan harga beras.
“Kalau kilang beras (produsen) mengatakan harga beras naik, kami menaikkan harga. Tetapi terkadang, warga masyarakat menuding kami yang menaikkan harga beras secara sepihak,”katanya.
Susanti Dewayani dalam dialog dengan pedagang dan produsen kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng meminta persediaan beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya di Kota Pematangsiantar harus terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan.
“Ketersediaan kebutuhan pokok di pasar harus terjamin menjelang lonjakan harga. Jika terjadi kelangkaan dan lonjakan harga harus segera diatasi dengan melakukan operasi pasar (OP). Jadi selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti jangan ada keresahan warga masyarakat akibat sulit mendapat kebutuhan pokok,”katanya.
Harga cabai di Kota Pematangsiantar stabil. (Foto : Matra/FebP).
Harga Stabil
Sementara itu, pedagang kebutuhan
pokok di Pasar Tradisional Horas Pematangsiantar, Mak Yanti (62) mengatakan,
harga kebutuhan pokok yangdijualnya masih satib seperti harga sepekan
sebelumnya. Mak Yanti menjual Rp 6000/Kg, cabai merah keriting (Rp 35000/Kg), cabai
rawit (Rp 25.0000/Kg), bawang merah (Rp 28.000/Kg) dan cabai hijau (Rp 20000/Kg).
Kemudian harga kunyit naik dari Rp 2.000/Kg menjadi Rp 6.000/Kg, harga jahe turun
dari Rp 10.000/Kg menjadi Rp 8.000/Kg.
Mak Yanti mengharapkan harga kebutuhan
pokok tetap stabil agar penjualan tidak berkurang, Kalau harga kebutuhan pokok
tiba-tiba melonjak seperti harga minyak goreng harga kebutuhan pokok lainnya
bisa kurang laku.
"Kalau bisa harga kebutuhan pokok
jangan naik selama Ramadan agar pembeli tetap banyak. Kemudian para pedagang juga
perlu mendapatkan pinjaman lunak untuk
menambah modal,"katanya.
Sementara itu, Binur Simanjuntak (40),
pengusaha warung nasi di Kota Pematangsiantar mengatakan, harga minyak goreng curah
di Kota Pematangsiantar dua hari terakhir turun dari Rp 20.000/Kg menjadi Rp 18.000/Kg.
Penurunan harga minyak goreng curah tersebut
sanbgat membantu mengurangi modal atau biaya usahanya.
“Stabilitas harga minyak goreng dan
berbagai kebutuhan pokok lainnya sangat membantu usaha saya. Kalau harga stabil
saya juga bisa menjual nasi dengan harga standar, sehingga pembeli tetap ramai.
Kalau harga kebutuhan pokok naik, harga nasi dan lauk-pauk di warung kami juga terpaksa
naik, sehingga pembeli sepi. Kami juga butuh bantuan modal untuk mengembangkan
usaha,”katanya. (Matra/FebP).
(Matra/FebP).
0 Komentar