Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM pada ibadah Pesta Perayaan Hari Ulang Tahun ke-39 GKPS Jambi di gereja GKPS Jambi, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (10/4/2022) siang. Foto : Matra/Radesman Saragih).
(Matra, Jambi) – Pengalaman rohani seseorang tentang adanya perlindungan dan pertolongan Tuhan dalam kehidupannya umumnya membuat orang tersebut semakin tangguh menghadapi berbagai pergumulan hidup. Karena itu orang yang memiliki pengalaman rohani mengenai pertolongan Tuhan dalam hidupnya tidak akan pernah frustrasi ketika menghadapi berbagai cobaan.
"Kalau orang memiliki pengalaman rohani tentang pertolongan Tuhan dalam hidupnya, tidak ada alasan baginya untuk putus asa ketika menghadapi pergumulan hidup. Sikap seperti itulah yang perlu dilakoni umat Kristen menghadapi berbagai pergumulan hidup. Pertolongan Tuhan yang kita rasakan menghadapi pergumulan hidup selama ini hendaknya menjadi bekal mental dan spiritual bagi kita menyongsong berbagai tantangan hidup di masa depan,”kata Praeses (Pimpinan) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM pada ibadah Pesta Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 GKPS Jambi di gereja GKPS Jambi, Kotabaru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (10/4/2022) siang.
Menurut Pdt Karmen Sipayung, STh, MM yang membidangi pelayanan GKPS Distrik VI wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, kepulauan Riau dan Bangka Belitung, umat Kristen harus senantiasa dekat dengan Tuhan dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya agar mampu menghadapi berbagai persoalan hidup tanpa rasa putus asa dan penyesalan.
Dijelaskan, umat Kristen yang memiliki hubungan rohani dekat dengan Tuhan dan menyadari pertolongan Tuhan dalam hidupnya juga tetap memiliki keinginan memuji dan melayani Tuhan. Bentuk pelayanan kepada Tuhan tersebut, yakni menjaga hidup agar tetap berada dalam kebenaran serta tetap memuji Tuhan kendati menghadapi banyak pergumulan hidup.
Selain itu, lanjutnya, umat Kristen yang telah merasakan berkat Tuhan juga hendaknya benar-benar menjaga kehidupannya agar tidak terpengaruh berbagai godaan duniawi. Umat Kristen yang diberkati Tuhan harus sadar bahwa hidupnya berharga bagi Tuhan dan sesama manusia, khusunya keluarga.
“Jadi kita jangan ada lagi yang menjadi Kristen ‘Tomat’, artinya ketika hari Minggu ‘Bertobat’, namun mulai Senin – Sabtu ‘Kumat’. Kristen seperti ini adalah mereka yang tidak konsisten menjaga hidupnya agar selalu sesuai dengan nilai-nilai kekristenan dan patuh pada aturan Tuhan. Mereka ini sering menjadi ‘Pengantar Jemaat” padahal bukan Ketua Majelis Jemaat. Mereka mengantar anggota keluarga beribadah ke gereja, tetapi mereka sendiri tidak mau beribadah ke gereja,”katanya dengan nada guyon.
Dalam khotbahnya yang bernada cukup tajam, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM menegaskan, orang-orang yang tidak menghargai dirinya dengan bersikap tidak patuh pada nilai-nilai religi, orang tersebut sering disebut senu (kurang waras). Dikatakan demikian karena orang yang tidak menghargai diri sendiri, padahal Dia sudah mendapatkan petolongan Tuhan pada dasarnya orang tersebut tidak sadar tentang siapa dirinya di hadapan Tuhan.
“Karena itu hidup kita ini harus kita hargai karena hidup ini merupakan pemberian Tuhan. Kemudian hidup kita juga harus berkualitas atau berguna bagi Tuhan dan sesama serta memiliki harmonisasi komunikasi di tengah keluarga, gereja maupun masyarakat,”katanya.
Artis kondang Simalungun asal Kota Pematangsiantar, Sumut, Intan Saragih tampil memukau pada Pesta HUT ke-39 GKPs Jambi di GKPS Jambi, Kota Jambi, Minggu (10/4/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).
Kurang Mampu
Menurut Pdt Karmen Sipayung, STh, MM, orang sering kurang mampu memuji Tuhan dan bersyukur ketika menghadapi kesulitan hidup, masalah keluarga, sakit dan kesulitan ekonomi. Bahkan orang sering melupakan Tuhan ketika menghadapi kesulitan-kesulitan hidup yang berat dan tak pernah terselesaikan.
“Orang sering gampang memuji Tuhan hanya kalua hidupnya senang, namun mereka meninggalkan Tuhan ketika hidupnya susah. Orang seperti ini termasuk yang tidak konsisten dalam hidup. Mestinya kita harus tetap memuji Tuhan di dalam suka dan duka karena hidup kita adalah pemberian Tuhan. Tuhan selalu berkarya menolong orang yang konsisten memuji dan berserah kepada-Nya,”ujarnya.
Menyinggung, peringatan HUT ke-39 GKPS Jambi, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM mengatakan, perjalanan GKPS Jambi selama 39 tahun sejak 1983 merupakan perjuangan yang cukup panjang.
Para pendahulu telah banyak berjuang mendirikan, membangun dan mengembangkan GKPS di Jambi. Tantangan yang dihadapi para pendahulu mengembangkan GKPS di Jambi tentunya cukup berat, baik dari segi material maupun sosial. Namun pergumulan tersebut mampu dihadapi semuanya, sehingga GKPS Jambi bisa eksis hingga sekarang.
“Perjuangan para pendahulu mengembangkanGKPS di Jambi tentunya bukan karena kekuatan materi dan tenaga. GKPS di Jambi bisa tetap eksis karena Tuhan berkarya melalui para pendahulu kita,”katanya.
Terkait sumbangan untuk pembangunan gereja, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM mengatakan, pemberian tersebut jangan dianggap sebagai bantuan sosial. Bantuan yang diberikan kepada pembangunan gereja hendaknya dipahami sebagai ibadah. Dengan demikian tidak ada warga jemaat yang merasa keberatan atau enggan memberikan sumbangan.
“Pengumpulan dana pembangunan di luar ibadah itu namanya bantuan sosial. Sedangkan pengumpulan dana pembangunan gereja dalam ibadah itu namanya persembahan,”katanya.
Tarian bersama pengumpulan dana Pesta HUT ke-39 GKPS Jambi di GKPS Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Minggu (10/4/2022). (Foto : Matra/Radesman Saragih).
Meriah
Sementara itu Pesta Perayaan HUT ke-39 GKPS Jambi di GKPS Jambi tersebut berlangsung meriah. Pesta HUT gereja yang berpusat di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara tersebut didahului dengan ibadah bersama, Minggu (10/4/2022) pagi.
Ibadah Pesta HUT ke-39 GKPS Jambi tersebut dilayani Praeses GKPS Distrik VI, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM (khutbah), Praeses GKPS Distrik VII (Jakarta, Jawa, Bali dan Kalimantan), Pdt John Ricky R Purba, MSi, Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Rudyard Saragih, STh dan Pdt Franky Doris Malau, STh serta Penginjil Wanita GKPS Resort Jambi, Denni R Damanik, STh.
Ibadah yang dihadiri sekitar 500 orang warga jemaat dan undangan tersebut dimeriahkan penampilan paduan suara dan vocal grup wanita GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan, Kota Jambi. Setelah ibadah dilanjutkan dengan penggalangan dana melalui lelang berbagai jenis bahan makanan khas Simalungun dan buah-buahan.
Kemudian dilanjutkan dengan pengumpukan dana melalui tortor (tarian) bersama diiringi artis Simalungun asal Kota Pematangsintar, Intan Saragih dan Sabar Tondang serta grup musik Jambi, JKR Musik. Penampilan Intan Saragih cukup memukau membawakan lagu-lagu rancak (gembira), mulai dari lagu Simalungun, Batak, Karo, Melayu, Indonesia hingga lagu India pada pesta tersebut.
Penampilan prima Intan Saragih tersebut membuat warga jemaat dan seluruh undangan dari kelompok-kelompok marga Batak Jambi larut dalam nuansa kegembiraan, bernyanyi dan menari bersama sekaligus memberikan donasi mereka. (Matra/AdeSM).
Para pelayan fulltimer (penuh waktu) GKPS yang melayani pada Ibadah Pesta HUT ke-39 GKPS Jambi di GKPS Jambi, Minggu (10/4/2022). Dari kiri ke kanan Praeses GKPS Distrik VI Riau, Pdt Karmen Sipayung, STh, MM, Praeses GKPS Distrik VII Jakarta, Pdt John Ricky R Purba, MSi, Penginjil Wanita GKPS Resort Jambi, Denni R Damanik, STh, Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Franky Doris Malau, STh dan Pdt Rudyard Saragih, STh. (Foto : Matra/Radesman Saragih).
0 Komentar