. Selamatkan Siswa dari Ancaman Covid-19, Guru di Kota Jambi Kawal Siswa Hingga ke Lapangan Parkir

Selamatkan Siswa dari Ancaman Covid-19, Guru di Kota Jambi Kawal Siswa Hingga ke Lapangan Parkir

Pelaksanaan protokol kesehatan pada kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14, Kotabaru, Kota Jambi  dilakukan secara ketat. Petugas Satgas SMPN 14 Kota Jambi memeriksa suhu tubuh siswa dan memberikan hand sanitizier (cairan pembesih tangan) kepada para siswa di pintu gerbang sekolah sebelum siswa masuk kelingkungan sekolah, Selasa (2/3/2021) . (Foto : Matra/AdeSM)

(Matra, Jambi) – Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat di Kota Jambi yang masih tetap berpotensi besar menimbulkan penularan Covid-19 di kalangan siswa dan guru.

Untuk menyelematkan para siswa dan guru dari ancaman penularan Covid-19 selama KBM tatap muka tersebut, pelaksanaan protokol kesehatan di seluruh sekolah di Kota Jambi harus benar-benar diawasi secara ketat. Pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan tersebut tidak boleh hanya dilakukan di dalam dan pekarangan sekolah, tetapi juga  di seluruh lingkungan sekolah, termasuk lapangan parkir.

Pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan hingga ke lapangan parkir sekolah tersebut penting mencegah adanya siswa atau orangtua siswa melanggar protokol kesehatan ketika mengantar dan menjemput dan anak sekolah.

Pantauan MediaLintasSumatera.Com (Matra) di Sekolah Dasar (SD) Xaverius II, Jelutung, Kota Jambi, Senin – Selasa (1 – 2/3/2021), Kepala Sekolah SD Xaverius II, Mujito dan para guru mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan parkir dan depan sekolah. Mereka mengingatkan para siswa agar tidak berkerumun, tetap menjaga jarak dan memakai masker.

Mujito mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah untuk menjamin keamanan para siswa dari penularan Covid-19.  Untuk itu para siswa harus terus dipantau dan diingatkan dalam hal pelaksanaan protokol kesehatan, khususnya 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. Pelaksanaan 3M tersebut tidak hanya dilaksanakan di halaman sekolah dan ruang kelas, tetapi juga di lapangan parkir ketika siswa menunggu jemputan orangtua.

Dikatakan, pihak SD Xaverius II Kota Jambi juga menyediakan fasilitas protokol kesehatan secara lengkap mulai dari halaman sekolah, pintu masuk, depan kelas, dalam kelas hingga ruang guru. Setiap murid yang hendak masuk ke areal sekolah harus diukur suhu tubuhnya menggunakan thermogun (alat pengukur suhu tubuh), mencuci tangan dan memakai masker.

“Sedangkan di dalam kelas, jarak tempat duduk dan meja siswa juga dibatasi 1,5 meter dan jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 15 orang,”katanya.

Sementara itu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 14 Kota Jambi juga menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat pada pelaksanaan KBM yang sudah berlangsung dua hari, Senin – Selasa (1 – 2/3/2021). Para siswa yang hendak masuk ke areal sekolah tidak hanya menjalani pengukuran suhu tubuh, tetapi juga diwajibkan menggunakan cairan hand sanitizier (pembersih tangan). Sedangkan sebelum masuk kelas, para siswa juga wajib mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di setiap depan ruang kelas.

Dedi, petugas Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 SMPN 14 Kota Jambi mengatakan, pihaknya melaksanakan protokol kesehatan secara ketat mulai siswa masuk hingga pulang sekolah mencegah munculnya kasus Covid-19 di sekolah. Selain memakai masker dan mencuci tangan, protokol kesehatan yang mendapat perhatian khusus di SMPN 14 Kota Jambi, yaitu menjaga jarak.

Uji Swab

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, untukmenjamin keamanan KBM tatap muka dari penularan Covid-19, sekitar 4.000 orang guru dan pegawai sekolah SD dan SMP/sederajat di Kota Jambi menjalani uji swab (uji usap). Jumlah guru dan pegawai sekolah di Kota Jambi yang sudah menjelani uji swab mulai Senin (22/2/2021) hingga Senin (1/3/2021) sudah mencapai 1.000 orang.

“Uji swab terhadap tenaga kependidikan di Kota Jambi ini tidak hanya meningkatkan testing (pemeriksaan) Covid-19, tetapi juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi para orangtua siswa yang mengizinkan anak mereka mengikuti KBM tatap muka di sekolah,”katanya. 

Dijelaskan, KBM tatap muka untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Teman Kanak-kanak (TK), SD dan SMP/sederajat mulai dilaksanakan di Kota Jambi, Senin (1/3/2021). Untuk pelaksanaan KBM tatap muka tersebut, Wali Kota Jambi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 01/HKU/EDR/2021 tanggal 26 Februari 2021 tentang Pembelajaran Semester Genap Tahun 2020/2021 pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Jambi.

Berdasarkan SE Wali Kota Jambi tentang KBM tersebut, jadwal belajar dibatasi hanya sekitar tiga jam. Kemudian rombongan belajar siswa juga dibatasi hanya 15 orang satu kelas. Jarak tempat duduk dikelas dibatasi 1,5 meter. Sedangkan KBM tatap muka ditetapkan secara bergilir (shift) untuk setiap kelas.

Waktu belajar kelas 1 – 5 SD dan kelas 7 – 8 SMP/sederajat dilakukan secara selang-seling (tidak setiap hari) atau Senin – Jumat mulai pukul 07.30/08.00 WIB hingga pukul 11.00/11.15 WIB. Sementara waktu belajar Kelas 6 SD dan Kelas 9 SM penuh satu hari Senin – Sabtu karena mereka hendak mengikuti ujian akhir.  Setiap sekolah juga diwajibkan memberikan waktu berjemur di halaman sekolah kepada para siswa minimal 15 menit.

Muncul Kasus

Sementara pelaksanaan KBM tatap muka tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sudah berlangsung dua pekan mulai memunculkan kasus Covid-19.  Kasus Covid-19 tersebut muncul di SMA Negeri 1 Kota Jambi.

Anggota Satgas Covid-19 SMA Negei 1 Kota Jambi, Irwansyah dan Syafrizal mengatakan, adanya seorang siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi yang positif Covid-19 membuat sekolah tersebut terpaksa ditutup selama tiga hari, mulai Senin – Rabu (1-3/3/2021).  

Menurut Irwansyah, pihaknya belum mengetahui dari mana seorang sisww SMA Negeri 1 Kota Jambi tersebut perinfeksi Covid-19. Sejak mengalami gejala Covid-19, Kamis – Jumat (25 – 26/2/2021), siswa tersebut tidakmasuk sekolah lagi. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau uji swab, siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Secara terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19,Johansyah mengatakan, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi pihaknya masih melakukan pemeriksaan atau penelusuran (tracing) terkait adanya seorang siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi positif Covid-19.

“Tracing difokuskan terhadap keluarganya dan kontak siswa tersebut di sekolah. Sedangkan Satgas Covid-19 Provinsi Jambi juga sudah menyemprotkan disinfektan di seluruh ruang kelas dan kantor SMA Negeri 1 Kota Jambi,”katanya. (Matra/AdeSM)



Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama